Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Akibat Cuaca Extrim Picu Tanah Longsor ,Rumah Warga Rusak

Minggu, 18 Januari 2026 | Januari 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-19T01:56:22Z

Pasuruan, Kabarexpress.com — Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Pasuruan dalam beberapa hari terakhir memicu terjadinya bencana tanah longsor di sejumlah wilayah. Hujan deras yang turun dengan intensitas tinggi disertai angin kencang menyebabkan beberapa rumah warga mengalami kerusakan, bahkan ambruk di bagian tertentu. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam rangkaian peristiwa tersebut.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, cuaca ekstrem salah satu kejadian terparah terjadi di Kecamatan Lumbang. Sebuah rumah milik Mansur, warga RT 10 RW 3 Dusun Sidorukun, Desa Panditan, mengalami kerusakan berat setelah bagian belakang bangunan ambruk pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat kejadian, pemilik rumah berada di dalam bangunan. Beruntung, bagian yang roboh berada di sisi belakang, sehingga tidak menimbulkan korban luka. Struktur yang rusak meliputi atap rumah serta tembok belakang yang tidak mampu menahan tekanan tanah akibat gerusan air hujan.

Rumah Warga Lumbang Ambruk

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa kondisi geografis rumah korban yang berada di dekat perbukitan menjadi faktor utama terjadinya longsor. Curah hujan tinggi dalam waktu lama menyebabkan tanah menjadi labil dan akhirnya runtuh.

“Kebetulan posisi belakang rumah berupa perbukitan. Tanah ambrol karena gerusan air hujan yang sangat lebat, ditambah angin kencang,” ujar Sugeng saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Minggu (18/1/2026) sore.

Pasca kejadian, perangkat Desa Panditan bersama warga sekitar langsung bergerak cepat. Mereka mendatangi lokasi dan melakukan gotong royong membersihkan material bangunan yang runtuh agar tidak membahayakan lingkungan sekitar serta membuka akses rumah.

Longsor Juga Terjadi di Tutur

Cuaca ekstrem juga menerjang di Kecamatan Lumbang, bencana tanah longsor juga terjadi di Kecamatan Tutur. Sebuah bangunan kamar mandi di dalam rumah milik Sri Rahayu, warga Dusun Ledok Kepor, Desa Ngadirejo, mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah pada Sabtu sore.

Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Namun, kerusakan bangunan cukup mengganggu aktivitas sehari-hari penghuni rumah. BPBD mencatat lokasi tersebut berada di area yang rawan longsor saat musim hujan tiba.

Sugeng menyebut, pihaknya terus melakukan pemantauan di wilayah-wilayah dengan kontur tanah miring dan lereng pegunungan, khususnya di kawasan Tengger dan sekitarnya.

Kerusakan Rumah di Purwosari

Bencana serupa juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Purwosari. Bagian belakang rumah milik Sodikin, warga RT 3 RW 4 Dusun Krajan, Desa Karangrejo, ambruk dan mengalami kerusakan cukup parah. Area dapur menjadi bagian yang paling terdampak akibat longsoran tanah.

BPBD bersama pemerintah desa setempat telah melakukan pendataan awal untuk memastikan kebutuhan darurat warga terdampak, sekaligus mengantisipasi potensi longsor susulan jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Imbauan BPBD dan Dampak Sosial

Menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, BPBD Kabupaten Pasuruan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Terutama bagi warga yang tinggal di lereng perbukitan dan daerah rawan longsor.

“Warga di lereng pegunungan harus lebih berhati-hati dan senantiasa waspada saat hujan deras disertai angin kencang seperti sekarang,” tegas Sugeng.

Rangkaian kejadian ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan bersama menghadapi bencana hidrometeorologi. Selain merusak hunian warga, longsor juga berdampak pada rasa aman masyarakat. Sinergi antara pemerintah, relawan, dan warga diharapkan mampu meminimalkan risiko serta mempercepat pemulihan pasca bencana. (H)


×
Berita Terbaru Update