Pasuruan,Kabarexpress.com– Konservasi Hutan menjadi momentum penting dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup di wilayah lereng Gunung Arjuno-Welirang. Peltu Rudi, mewakili Danramil 0819/19 Prigen, menghadiri kegiatan Launching Program Konservasi Hutan dan Daerah Tangkapan Air yang digagas Yayasan Cempaka Education Center, Rabu (04/02/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Alas Kesiman, Dusun Kesiman, Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan ini diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai unsur masyarakat. Program tersebut berada di bawah tanggung jawab Bapak Sarifudin Lathif, M.Pd, selaku Direktur Cempaka Fundacion, yang secara konsisten mendorong pendidikan dan aksi nyata pelestarian lingkungan.
Launching program ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan konservasi hutan yang difokuskan pada pemulihan kawasan hijau dan perlindungan daerah tangkapan air. Wilayah Prigen dinilai memiliki peran strategis sebagai penyangga ekosistem dan sumber air bagi masyarakat sekitar.
Komitmen Bersama Jaga Ekosistem
Dalam sambutannya, Peltu Rudi menegaskan bahwa program konservasi hutan tersebut merupakan langkah strategis untuk menjaga keseimbangan ekosistem alam. Ia menyampaikan bahwa kelestarian hutan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan hutan yang terjaga mampu mengurangi risiko bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Selain itu, kawasan hutan yang sehat berfungsi meningkatkan daya serap air tanah, menjaga kualitas udara, serta menciptakan lingkungan yang lebih sejuk dan berkelanjutan.
Peltu Rudi menilai, sinergi antara masyarakat, lembaga pendidikan, dan aparat kewilayahan menjadi kunci utama keberhasilan program konservasi. Ia mengapresiasi peran Yayasan Cempaka Education Center yang telah mengambil inisiatif nyata dalam menjaga lingkungan hidup di wilayah Prigen.
Dampak Pembangunan dan Ancaman Lingkungan
Lebih lanjut, Peltu Rudi menjelaskan bahwa pohon memiliki peran vital bagi keberlangsungan kehidupan seluruh makhluk hidup. Namun, laju pembangunan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir berdampak pada berkurangnya tutupan lahan hijau akibat penebangan pohon yang tidak terkendali.
Kondisi tersebut memicu berbagai permasalahan lingkungan, mulai dari peningkatan suhu udara, menurunnya kualitas oksigen, hingga meningkatnya polusi. Selain itu, berkurangnya daerah resapan air menyebabkan cadangan air tanah menipis dan menyulitkan masyarakat dalam memperoleh air bersih, terutama saat musim kemarau.
Ia menekankan bahwa konservasi hutan bukan sekadar menanam pohon, tetapi juga membangun kesadaran kolektif agar masyarakat lebih bijak dalam memanfaatkan sumber daya alam.
Ajakan Aktif Peduli Lingkungan
Melalui momentum launching ini, Peltu Rudi mengajak seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Prigen untuk terlibat aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Ia berharap kegiatan konservasi hutan dapat menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan, bukan hanya kegiatan seremonial semata.
“Dengan kepedulian dan keterlibatan semua pihak, kita berharap alam kembali berseri, keseimbangan ekosistem tetap terjaga, dan masyarakat mampu menghadapi dampak perubahan iklim,” ujar Peltu Rudi.
Program Konservasi Hutan dan Daerah Tangkapan Air ini diharapkan memberikan dampak sosial jangka panjang, terutama dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman, sehat, dan lestari bagi generasi mendatang. Kolaborasi lintas sektor yang terbangun melalui kegiatan ini menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang selaras dengan kelestarian alam. (H)
