Gema ayat suci Al-Qur’an melantun begitu indah di pagi yang cerah yang penuh berkah dengan menyambut datangnya bulan ramadhan.Suara melengking para santri TPQ Al Anwar Dusun Wunut Desa Sumberejo yang khatam melantunkan ayat-ayat suci dengan penuh keyakinan, seakan menembus langit dan membawa getar haru ke hati para orang tua yang hadir.Selasa 17-02-2026
Khataman dan imtihan ke-19 ini menjadi bukti nyata keberhasilan TPQ Al Anwar dalam membimbing anak-anak sejak dini agar mampu membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an dengan baik. Di balik lantunan indah itu tersimpan proses panjang: hafalan yang tak kenal lelah, bimbingan sabar para ustad - ustadzah, serta disiplin pembelajaran yang menjadikan setiap santri tumbuh menjadi generasi Qur’ani.Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pola pendidikan yang diterapkan TPQ Al Anwar tidak hanya mencetak santri khatam, tetapi juga melahirkan generasi berprestasi.
Sujiantono Kepala TPQ Al Anwar menyampaikan bahwa khataman dan imtihan ini adalah bentuk pertanggungjawaban lembaga kepada wali santri yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya. Ia juga menegaskan bahwa pembelajaran di TPQ ini bukan sekadar mengajarkan membaca Al-Qur’an, tetapi juga membentuk kedisiplinan, semangat belajar, dan akhlak santri.
“Kami bersyukur anak-anak bisa menuntaskan semua proses ini. Terima kasih juga kepada para wali santri yang mendukung penuh hingga anak-anak khatam Al-Qur’an,” kata Ustad Sujianto.
Di samping itu juga ustad sujiantono menjelaskan untuk sampai di tahap ini, anak-anak harus melalui proses yang sangat panjang, mulai dari ujian lembaga, ujian di tingkat kecamatan dan ujian di tingkat cabang. Oleh karena itu, ia berpesan agar hafalannya terus dijaga, bacaan Al-Qurannya diperhatikan, dan ibadahnya atau sholatnya jangan sampai ditinggalkan. “Ini semua baru awal, dan insyaAllah bisa dilanjutkan ke Madrasah Diniyah maupun program tahfidz,” ujarnya.
Koordinator Kecamatan Pandaan Ustad mashudi ,mengatakan bahwa turut memberikan apresiasi pada khataman dan imtihan itu. Ia menegaskan bahwa menurut pengarang metode qiroati, seorang anak hanya bisa dikhatamkan jika bacaan Al-Qurannya sudah benar-benar lancar.
“Saya melihat anak-anak di sini sudah sangat bagus dan fasih. Saya yakin tidak mudah sampai di tahap ini, butuh perjuangan dan kerja keras dari semua pihak, mulai dari ustadzahnya hingga wali santri, harus sama-sama mendukung anak-anak ini,” katanya.
Mashudi pun berpesan agar hafalan dan bacaan Al-Qur’an tidak berhenti pada seremoni hari ini. Ia mendorong anak-anak untuk melanjutkan pendidikan di madrasah diniyah, memperdalam ilmu agama, dan mengamalkan salat dengan sungguh-sungguh. “Anak-anaklah yang akan menjadi penerus orang tuanya kelak. Semangat belajar agama jangan pernah padam,” katanya.
Saiful Anwar Kepala Dusun selaku Penasehat TPQ Al Anwar ,menyampaikan bahwa TPQ Al Anwar telah memberikan pendidikan agama yg luar biasa bagi anak- anak."Kami sangat mengapriasikan TPQ Al Anwar yang dengan sabar dan dengan penuh ketulusan mendidik anak anak kami,Alhamdulillah ..di usia dini ini sudah membaca Alquran dengan baik."kata saiful anwar.
"Imtihan ini bukan sekedar seremonial melainkan bukti nyata kometmen TPQ Al Anwar dalam menbentuk dan mencetak generasi quran yang berahlak mulia dan cinta Alquran sejak usia dini."
Acara ditutup dengan doa bersama dan pemberian penghargaan. Senyum bangga, pelukan hangat, dan mata yang berkaca-kaca menjadi penanda bahwa pagi itu tak hanya tentang khataman, melainkan
tentang harapan yang tumbuh, doa yang dipanjatkan, dan generasi Qur’ani yang tengah bertunas. (H)
