Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ketua FKPPI Pasuruan Sidak Proyek KMP Sebani Dugaan Tidak Sesuai SPEK

Rabu, 08 April 2026 | April 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-08T13:25:15Z
Pasuruan - Kabarexpress.com Ketua Generasi Muda (FKPPI) Pasuruan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap proyek pembangunan Koperasi Merah Putih (KMP) di Kelurahan Sebani, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Selasa (8/4/2026).

"Dalam sidak tersebut, GM FKPPI Pasuruan menemukan sejumlah dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan di lokasi proyek, di antaranya tidak adanya molen serta tidak ditemukannya papan nama proyek."

Ketua GM FKPPI Pasuruan, Ayik Suhaya, menyampaikan bahwa sidak dilakukan sebagai bentuk pengawalan terhadap proyek pemerintah agar berjalan sesuai ketentuan. Ia juga mengutip pesan "Presiden Prabowo Subianto terkait komitmen pemberantasan korupsi."

"Pak Prabowo pesen untuk berkomitmen memberantas korupsi seakar-akarnya," ujar Ayik.

"Pak Prabowo juga mengatakan proyek dari pusat yang ke daerah harus di kawal," tegasnya

Ia juga menyoroti tidak adanya papan nama proyek yang dinilai bertentangan dengan ketentuan keterbukaan informasi publik.

"Kenapa KMP Sebani ini tidak sesuai dengan spek, tidak ada molennya, kemudian harusnya di kasih papan nama, UU Keterbukaan Informasi Publik No. 14 Tahun 2008 mengatakan papan nama proyek pemerintah itu wajib hukumnya, termasuk kita ingin tahu apakah ada SPK nya," ujarnya

"Nilai Sementara itu, pelaksana kerja, Salman, menjelaskan bahwa dirinya hanya mengerjakan bagian bawah proyek dan tidak ada Rencana Anggaran Biaya (RAB).

"Saya di sini cuma ngerjakan bawah dan tidak ada RAB, gimana saya bisa ada papan nama, papan nama itu dari bawah sampai atas," kata Salman.

Terkait Surat Perintah Kerja (SPK), Salman menyebut dirinya tidak menerimanya.

"Saya tidak dapat SPK, saya dapat proyek dari Pak Arya, saya pernah datang ke Pak Dandim dan sama Pak Dandim saya di arahkan langsung ke Pak Arya," ujarnya

projek saya senilai 285 juta, gimana saya pakai moleh kan saya juga butuh untung, saya proyeknya sipil saja sama bawah kalau bawah saya pakai molen."

Menanggapi hal tersebut, Ayik kembali menjelaskan bahwa total nilai proyek KMP tersebut mencapai Rp1,1 miliar yang bersumber dari Agrinas. Ia juga menyoroti adanya pembagian pekerjaan dalam proyek tersebut.

"Perlu ditegaskan ya, proyek tentang KMP ini totalnya 1.1 milyar ini dari agrinas tapi kenapa bisa di sub kan kepada mas Salman 285 juta akhirnya begini ngecornya manual papan nama gak ada," tegas Ayik.(H)
×
Berita Terbaru Update