PASURUAN – Persaingan sengit Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Off-Road kali ini menghadirkan cerita menarik dari satu-satunya sosok pembalap wanita yang berlaga di kelas G2. Menunggangi mobil berkapasitas mesin K24, ia harus beradu ketangkasan dan kecepatan di tengah dominasi para off-roader pria.
Satu-satunya pembalap wanita lainnya yang ikut bertanding membuat persaingan di seri ini terasa jauh lebih ketat dan menantang. Terlebih, medan lintasan Kejurnas kali ini dinilai jauh lebih luas, panjang, dan memiliki Special Stage (SS) yang lebih banyak dibandingkan sirkuit Kejuaraan Daerah (Kejurda) di TTS, Kupang, yang pernah ia ikuti hingga ke perbatasan Timor Leste.
Perjalanan karirnya di dunia off-road berawal dari ketertarikannya mengikuti sang ayah yang memiliki hobi adventure. Sejak kelas 1 SMA atau sekitar tahun 2020, ia mulai menekuni olahraga ekstrem ini secara serius karena tertantang oleh sensasi adu adrenalin.
Sebelum menembus panggung Kejurnas, jejak prestasinya di tingkat regional tak bisa dipandang sebelah mata. Ia tercatat pernah mengamankan Juara 1 FFA, Juara 3 FFA, serta Juara 1 untuk Kelas Wanita.
"Awalnya sering menonton kejurnas dan ingin merasakan langsung persaingannya. Selain itu, pengalaman paling berkesan adalah bisa bertemu langsung dengan para pembalap idola yang selama ini hanya bisa saya lihat di layar ponsel," ungkapnya.
Melihat performanya hingga SS ketiga, ia berharap bisa terus mengamankan poin dan mengincar posisi puncak. Jika diberi kelancaran, ia menargetkan untuk tampil konsisten hingga seri terakhir dan membawa pulang gelar Juara 1.(HR)

