PRIGEN,PASURUAN – Inovasi dan kerja keras membuahkan hasil. Kepala Desa Watuagung, Kec. Prigen, Didik Hadiyanto berhasil mengembangkan usaha budidaya ayam petelur yang kini menjadi salah satu penggerak ekonomi warga desa.
Kandang ayam petelur milik Kades yang berlokasi di Belakang Balai Desa Watuagung prigen ini kini menampung lebih dari 500 ekor ayam. Produksi telur mencapai butir per hari dan dipasarkan hingga luar kecamatan.Berawal dari Ketahanan Pangan Desa
Dalam penuturannya, Didik Hadiyanto mengaku usaha ini berawal dari program ketahanan pangan desa dan keinginan untuk memberi contoh kepada warga.
"Saya ingin membuktikan bahwa bertani dan beternak itu bisa jadi sumber penghasilan yang layak. Awalnya coba-coba 500 ekor. Alhamdulillah sekarang sudah berkembang dan bisa menyerap tenaga kerja warga sini," ujar Kades Watuagung
Beliau juga memanfaatkan Dana Desa dan bantuan dari Dinas Peternakan untuk pelatihan manajemen kandang dan pakan.
Dampak Positif untuk Warga Watuagung
Keberhasilan usaha ini memberi dampak berantai. Warga sekitar dilibatkan sebagai karyawan kandang, pengepul telur, hingga penjual pakan.
"Selain untuk dijual, telur juga kita gunakan untuk program PMT di posyandu dan TPQ. Jadi warga sehat, UMKM jalan," tambah Kades Watuagung
Camat Prigen Irfan Gunardi yang meninjau langsung lokasi mengapresiasi langkah Kades Watuagung.
"Ini contoh pemimpin yang terjun langsung. Tidak hanya ngomong, tapi memberi bukti. Semoga bisa jadi pilot project peternakan di desa-desa lain di Prigen," ujar Camat Prigen.
Kunci Sukses - Konsisten dan Manfaatkan Teknologi
Menurut Kades Watuagung Didik ada beberapa hal dan jangan setengah setengah kalau melangkah,kunci suksesnya ada 3:
1. Manajemen kandang bersih dan vaksinasi rutin
2. Pakan berkualitas dengan hitungan HPP yang jelas
3. Jaringan pemasaran ke pasar, warung, dan toko kue
Ke depan, beliau berencana menambah kapasitas kandang dan membentuk kelompok ternak binaan desa agar lebih banyak warga yang ikut mandiri. (H)
Dalam penuturannya, Didik Hadiyanto mengaku usaha ini berawal dari program ketahanan pangan desa dan keinginan untuk memberi contoh kepada warga.
"Saya ingin membuktikan bahwa bertani dan beternak itu bisa jadi sumber penghasilan yang layak. Awalnya coba-coba 500 ekor. Alhamdulillah sekarang sudah berkembang dan bisa menyerap tenaga kerja warga sini," ujar Kades Watuagung
Beliau juga memanfaatkan Dana Desa dan bantuan dari Dinas Peternakan untuk pelatihan manajemen kandang dan pakan.
Dampak Positif untuk Warga Watuagung
Keberhasilan usaha ini memberi dampak berantai. Warga sekitar dilibatkan sebagai karyawan kandang, pengepul telur, hingga penjual pakan.
"Selain untuk dijual, telur juga kita gunakan untuk program PMT di posyandu dan TPQ. Jadi warga sehat, UMKM jalan," tambah Kades Watuagung
Camat Prigen Irfan Gunardi yang meninjau langsung lokasi mengapresiasi langkah Kades Watuagung.
"Ini contoh pemimpin yang terjun langsung. Tidak hanya ngomong, tapi memberi bukti. Semoga bisa jadi pilot project peternakan di desa-desa lain di Prigen," ujar Camat Prigen.
Kunci Sukses - Konsisten dan Manfaatkan Teknologi
Menurut Kades Watuagung Didik ada beberapa hal dan jangan setengah setengah kalau melangkah,kunci suksesnya ada 3:
1. Manajemen kandang bersih dan vaksinasi rutin
2. Pakan berkualitas dengan hitungan HPP yang jelas
3. Jaringan pemasaran ke pasar, warung, dan toko kue
Ke depan, beliau berencana menambah kapasitas kandang dan membentuk kelompok ternak binaan desa agar lebih banyak warga yang ikut mandiri. (H)
