Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ribuan Pohon Ditanam Mitigasi Tanah Gerak

Selasa, 10 Februari 2026 | Februari 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-11T06:47:37Z

Pasuruan, Kabarexpress.com-– Ribuan pohon ditanam sebagai langkah mitigasi tanah gerak di Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Selasa (10/2/2026) pagi. Aksi tanam dan pelihara pohon ini melibatkan ratusan peserta dari berbagai unsur pemerintah, legislatif, TNI-Polri, Perhutani, LMDH, pegiat lingkungan, hingga pihak perusahaan swasta.

Kegiatan ini digelar di kawasan yang beberapa bulan lalu terdampak peristiwa tanah gerak. Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama sejumlah pihak mengambil langkah konkret dengan menanam sekitar 4.000 pohon di lahan rawan bencana tersebut. Jenis tanaman yang ditanam antara lain nangka, alpukat, serta berbagai tanaman produktif lain yang dinilai mampu memperkuat struktur tanah sekaligus memberi nilai ekonomi bagi masyarakat.

Pemkab Pasuruan diwakili Asisten

Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Pasuruan, Syaifudin Ahmad. Hadir pula Administratur Perhutani KPH Pasuruan Ivan Cahyo Susanto, anggota DPRD Kabupaten Pasuruan Sugiharto, unsur LMDH, TNI, Polri, serta perwakilan perusahaan.

Mitigasi di Lahan Kritis 26 Hektare

Syaifudin Ahmad menjelaskan bahwa berdasarkan kajian BPBD Provinsi Jawa Timur, kawasan Sempu tergolong rawan tanah gerak. Karena itu, gerakan penanaman pohon menjadi salah satu langkah mitigasi yang dinilai mendesak.

“Karena tanahnya bergerak, salah satu mitigasinya adalah menanam pohon di lahan-lahan kritis agar risiko bencana bisa ditekan,” ujar Syaifudin di lokasi kegiatan.

Ia menyebutkan, saat ini terdapat lebih dari 26 hektare lahan kritis di kawasan tersebut. Meski ribuan pohon telah ditanam, upaya pemulihan harus dilakukan secara berkelanjutan dan konsisten.

Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan rehabilitasi lahan. Pemerintah daerah mendorong semua pihak untuk tidak berhenti pada seremoni penanaman, tetapi juga melakukan perawatan dan pengawasan pertumbuhan pohon.

“Kebersamaan ini menyatu dalam satu tujuan, yakni memulihkan lahan kritis dan meminimalkan risiko bencana. Penanaman ini diharapkan mampu memperkuat struktur tanah sekaligus memberi nilai ekonomi jangka panjang bagi masyarakat,” tambahnya.

Dukungan Lintas Sektor dan Dunia Usaha

Administratur Perhutani KPH Pasuruan Ivan Cahyo Susanto menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan penanaman di area kritis, terutama di kawasan perlindungan. Ia menilai kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan agar pemulihan berjalan optimal.

“Tidak ada cara lain selain menanam. Apalagi kawasan ini merupakan area perlindungan untuk menjaga keselamatan masyarakat,” tegas Ivan.

Kegiatan ini juga melibatkan sejumlah perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut, antara lain PT Megamarine Pride, PT Baramuda Bahari, PT Aquase, dan PT Mitra Alam Segar (MAS). Perwakilan perusahaan, Syaiful, menyampaikan bahwa keterlibatan dunia usaha merupakan bentuk tanggung jawab sosial terhadap lingkungan.

Ia menilai keberlanjutan sumber daya alam, khususnya sumber air, sangat penting bagi masyarakat maupun industri. Karena itu, pihaknya mendukung penuh program rehabilitasi lahan dan mitigasi tanah gerak di kawasan Sempu.

“Gotong royong menanam hari ini menjadi ikhtiar menjaga bumi agar kembali kuat, kembali pulih, dan masyarakat terlindungi dari ancaman bencana,” ujarnya.

Harapan Pemulihan Berkelanjutan

Aksi tanam dan pelihara pohon ini tidak hanya berorientasi pada penanganan jangka pendek, tetapi juga membangun ketahanan lingkungan jangka panjang. Dengan akar tanaman yang kuat, risiko pergerakan tanah diharapkan dapat ditekan, sekaligus meningkatkan produktivitas lahan bagi warga sekitar.

Partisipasi ratusan orang dalam kegiatan ini menunjukkan meningkatnya kesadaran kolektif terhadap pentingnya mitigasi bencana berbasis lingkungan. Upaya rehabilitasi lahan kritis di Dusun Sempu menjadi contoh kolaborasi konkret antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam menghadapi ancaman tanah gerak.

Jika perawatan pohon dilakukan secara konsisten, kawasan yang semula rawan bencana berpotensi berubah menjadi wilayah yang lebih stabil dan produktif. Kolaborasi ini menegaskan bahwa mitigasi tanah gerak bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan komitmen bersama demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. (H)



×
Berita Terbaru Update