PASURUAN – Kabarexpress.com Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus bergerak cepat dalam membenahi infrastruktur pendidikan di wilayahnya. Menyadari besarnya anggaran yang dibutuhkan untuk merehabilitasi fasilitas pendidikan, Bupati Pasuruan menargetkan optimalisasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan lokal untuk membantu perbaikan sekitar 1.000 ruang sekolah yang mengalami kerusakan.
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk percepatan, mengingat keterbatasan anggaran daerah jika harus menanggung seluruh biaya perbaikan secara mandiri. Berdasarkan pemetaan terbaru, terdapat ribuan ruang fasilitas sekolah—mulai dari ruang kelas, perpustakaan, hingga Ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS)—yang tersebar di Kabupaten Pasuruan dengan kondisi kerusakan bervariasi, dari kategori ringan, sedang, hingga rusak berat.
Bupati Pasuruan menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan fondasi utama kemajuan daerah yang tidak boleh diabaikan. Oleh karena itu, kenyamanan dan keselamatan siswa saat mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) menjadi prioritas yang harus segera dituntaskan.
"Pemerintah daerah terus berupaya mengalokasikan anggaran, namun kolaborasi dengan sektor swasta melalui program CSR akan melipatgandakan percepatan perbaikan ini. Fasilitas yang layak adalah hak anak-anak kita agar mereka bisa belajar dengan aman," ungkap Bupati Pasuruan.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui instansi terkait kini tengah melakukan klasifikasi ketat dan memperbarui data mitigasi bangunan sekolah. Langkah ini bertujuan agar penyaluran dana CSR dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Pasuruan dapat terarah secara transparan, tepat sasaran, dan langsung menyentuh sekolah-sekolah yang berada dalam kondisi paling kritis.
Melalui sinergi yang kuat antara jajaran pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, program pemanfaatan CSR ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret jangka panjang demi mewujudkan pemerataan kualitas serta kelayakan mutu pendidikan di Kabupaten Pasuruan. (H)

