PASURUAN –Lapangan Wisata Air Panas desa Kepulungan Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan di padati ribuan warga dalam acara Gebyar Budaya Puspitarum Bumi Pasuruan, Minggu 28/05/2026. Event seni budaya ini mengangkat kekayaan tradisi Pasuruan sebagai upaya melestarikan jati diri bangsa.
" Mengukuhkan jati diri bumi pasuruan melalui strategi pemajuan kebudayaan daerah berbasis pemuda sebagai sebagai penerus kebudaya nusantara."
Pentas Seni Kolosal Memukau
Gebyar dibuka dengan tarian kolosal “Puspitarum” yang dibawakan 1000 pelajar dan sanggar se-Kabupaten Pasuruan. Nama “Puspitarum” diambil dari bunga puspa dan keharuman, simbol keindahan budaya Pasuruan yang harum ke seluruh penjuru.
Rangkaian acara meliputi parade budaya 24 kecamatan, festival musik tradisional, pameran UMKM, dan pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Kostum khas daerah pesisir, pegunungan, dan keraton tampil memukau di panggung utama.
Apresiasi Merita Rusdi Sutejo
Merita Rusdi Sutejo hadir sekaligus membuka acara. “Gebyar Puspitarum ini bukti kalau anak muda Pasuruan cinta budaya. Jangan sampai kita kalah sama budaya luar. Budayanya sendiri harus kita banggakan dulu,” tegas ibu merita
Beliau juga mengapresiasi peran sanggar, seniman, dan sekolah yang ikut ambil bagian. “Melalui budaya kita jaga persatuan. Bhinneka Tunggal Ika, tapi akarnya tetap Pasuruan,” tambahnya.
Tujuan & Harapan
Kepala Disporapar Kab. Pasuruan menyebut Gebyar ini agenda tahunan untuk menghidupkan ekonomi kreatif dan pariwisata. “UMKM ikut pameran, seniman dapat panggung, pelajar belajar berkesenian. Sekali dayung tiga pulau terlampaui,” ujarnya.
Hadir dalan gebyar budaya bumi pasuruan dj antaranya ,Merita rusdi sutejo istri bupati pasuruan,kadisdiknas,kadisporapar kabupaten pasuruan,Anggota dewan mas Febri,dan para undangan lainnya. Kegiatan ini berlanjut dengan lancar dan sukses. (H)
