Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gema Sholawat dan Ragam Budaya, Warga RT.03 RW 01 Mandaranrejo Pasuruan Gelar Kirab Seni & Santunan Yatim Piatu Menyambut 10 Muharram 1448 H

Kamis, 25 Juni 2026 | Juni 25, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-25T10:01:02Z

PASURUAN – Menyongsong momentum penuh berkah pada malam 10 Muharram 1448 Hijriah, warga RT. 03 RW 01 Kelurahan Mandaranrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, menggelar aksi sosial berbalut kirab budaya yang meriah pada Rabu sore (24/06/2026). 

Kegiatan tahunan yang telah menjadi tradisi melekat di tengah masyarakat ini ditujukan sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap anak yatim dan kaum dhuafa di lingkungan sekitar.

Sejak pukul 15.00 WIB, antusiasme masyarakat sudah tumpah ruah dan memadati sepanjang rute jalan protokol kelurahan tempat jalannya kirab. Kemeriahan acara semakin terasa hidup dengan hadirnya berbagai hiburan rakyat yang memukau penonton. 

Mulai dari penampilan ritmis marching band yang membakar semangat, atraksi lincah dan akrobatis kesenian barongsai, hingga seni tradisional bantengan khas Jawa Timur yang berhasil mengundang gelak tawa sekaligus decak kagum warga yang menyaksikan.

Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas tingginya semangat gotong royong serta dukungan penuh, baik moril maupun materiil, dari seluruh warga di wilayah RW 01 Kelurahan Mandaranrejo.

Menurutnya, agenda ini bukan sekadar rutinitas tahunan di kalender Islam, melainkan wadah esensial untuk memperkuat fondasi sosial antar-tetangga.

"Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menjaga tali silaturahmi, mempererat tali persaudaraan antar warga, dan yang paling utama adalah mengulurkan tangan guna membantu anak-anak yatim serta kaum dhuafa yang membutuhkan di sekitar kita. Kami ingin mereka juga merasakan kebahagiaan di hari yang mulia ini," ujar Sugik di sela-sela riuhnya acara.

Melihat dampak positif yang dihasilkan, Bapak Sugik menaruh harapan besar agar konsistensi penyelenggaraan ini tetap terjaga, bahkan meningkat di masa mendatang.

"Semoga di tahun-tahun berikutnya, acara seperti ini bisa dikonsep dengan jauh lebih meriah, inovatif, dan memberikan dampak sosial serta jangkauan bantuan yang lebih luas lagi," imbuhnya penuh optimisme.

Kekhusyukan di Mushollah Al-Muttaqin
Setelah melewati rute kirab budaya yang semarak, puncak khidmat dari seluruh rangkaian acara ini bergeser menuju Mushollah Al-Muttaqin. Di rumah ibadah yang menjadi jantung spiritual warga RW 01 inilah, suasana meriah berubah menjadi penuh haru dan kedamaian.

Sebelum santunan dibagikan, ruangan musholla digetarkan oleh lantunan indah sholawat Nabi yang dibawakan oleh grup Al-Banjari. Tabuhan rebana yang ritmis berpadu dengan vokal yang merdu berhasil membawa kekhusyukan tersendiri bagi seluruh jemaah yang hadir, menciptakan atmosfer spiritual yang kental dalam menyambut Hari Asyura (10 Muharram).

Di tempat suci ini pula, doa bersama dipanjatkan untuk keselamatan, keberkahan, dan persatuan warga Mandaranrejo.
Apresiasi Tinggi untuk Para Tokoh dan Donatur
Suksesnya gelaran akbar yang memadukan unsur syiar agama, pelestarian budaya, dan kemanusiaan ini tidak lepas dari kolaborasi kuat antara pengurus lingkungan, tokoh masyarakat, dan para dermawan.

Di penghujung acara yang ditutup dengan pembagian santunan secara tertib di Mushollah Al-Muttaqin, pihak panitia secara khusus menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh elemen yang terlibat:
H. Nahafi (Tokoh Masyarakat): Yang terus mengawal, memberikan arahan, dan memfasilitasi jalannya acara sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

Ust. Rozi (Tokoh Agama): Yang memberikan bimbingan spiritual serta memastikan kekhusyukan esensi momentum 10 Muharram tetap terjaga melalui pesan-pesan keagamaan.

Pengurus RT dan RW: Seluruh jajaran pengurus di lingkungan Mandaranrejo yang telah menghibahkan waktu dan tenaganya untuk terlibat aktif dalam kepanitiaan teknis di lapangan.

Para Donatur dan Jemaah,Yang telah dengan ikhlas menyisihkan sebagian rezekinya untuk berbagi kebahagiaan dan memberikan santunan langsung kepada anak yatim dan dhuafa di wilayah RW 01 Mandaranrejo.

Melalui sinergi budaya, gema sholawat Al-Banjari di Mushollah Al-Muttaqin, dan aksi santunan ini, warga RW 01 Kelurahan Mandaranrejo berhasil membuktikan bahwa peringatan hari besar keagamaan tidak hanya berhenti pada ritual ibadah semata. 

Acara ini sukses menjadi pemantik solidnya rasa persatuan, merawat kebhinekaan lewat seni, sekaligus menjadi jembatan kesejahteraan yang nyata bagi sesama yang membutuhkan. (fan)
×
Berita Terbaru Update