PASURUAN — Eksotisme Situs Petirtaan Belahan (Sumber Tetek) di Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, menjadi saksi bisu kemeriahan agenda tahunan Sedekah Bumi Sumber Tetek Candi Belahan. Acara adat yang sakral ini tampil berbeda dan kian semarak dengan diluncurkannya sebuah tarian khas baru kebanggaan daerah, yakni Tari Puspitarun.
Kehadiran tari ini menjadi momentum bersejarah bagi dunia seni dan kebudayaan di Kabupaten Pasuruan, karena kini daerah tersebut resmi memiliki tarian khas sendiri yang merepresentasikan identitas lokal.Wakil ketua DPRD Pasuruan Adinda Denisa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan beserta seluruh seniman se-Kabupaten Pasuruan atas lahirnya Tari Puspitarun. Penampilan perdana tarian ini melibatkan hampir seribu penari yang tampil memukau di area situs purbakala tersebut.
Adinda Denisa optimistis, langkah awal dari seribu penari ini dapat terus berkembang hingga mampu membawa tradisi Sedekah Bumi Sumber Tetek masuk ke dalam agenda berskala nasional.
"Mudah-mudahan tahun depan kegiatan ini bisa menembus Karisma Event Nusantara (KEN) di kancah nasional, bahkan diakui dunia. Yang terpenting, budaya di Kabupaten Pasuruan ini tidak dilupakan dan terus dijaga oleh masyarakatnya," tambahnya.
Dukungan terhadap kelestarian adat di Desa Wonosunyo ini juga datang dari pihak legislatif. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Dinda, memberikan apresiasi mendalam atas konsistensi warga Dusun Belahan dalam merawat tradisi leluhur secara turun-temurun.
Menurut Dinda, kegiatan seperti ini memiliki esensi penting agar generasi muda tidak kehilangan akar budayanya di era digital.
"Ini adalah warisan budaya yang wajib kita jaga. Saya berharap generasi muda tidak hanya belajar sejarah lewat buku atau internet saja, tetapi bisa datang, merasakan langsung euforianya, serta mewarisi semangat untuk meneruskan kelestarian budaya yang ada," tutur Dinda.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat dan pentingnya nilai sejarah dari situs Petirtaan Belahan, Dinda menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Pasuruan siap mendorong pemerintah daerah untuk terus memberikan dukungan, baik secara moral maupun fasilitasi anggaran secara berkelanjutan dari tahun ke tahun.
"Pemerintah harus senantiasa hadir dan men-support acara penting seperti ini karena terbukti membawa kebahagiaan bagi seluruh warga. Insya Allah, kami dari lembaga dewan akan terus mengawal dukungannya agar tradisi ini terus berkembang lebih baik ke depan," pungkas Dinda. (H)
Menurut Dinda, kegiatan seperti ini memiliki esensi penting agar generasi muda tidak kehilangan akar budayanya di era digital.
"Ini adalah warisan budaya yang wajib kita jaga. Saya berharap generasi muda tidak hanya belajar sejarah lewat buku atau internet saja, tetapi bisa datang, merasakan langsung euforianya, serta mewarisi semangat untuk meneruskan kelestarian budaya yang ada," tutur Dinda.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat dan pentingnya nilai sejarah dari situs Petirtaan Belahan, Dinda menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Pasuruan siap mendorong pemerintah daerah untuk terus memberikan dukungan, baik secara moral maupun fasilitasi anggaran secara berkelanjutan dari tahun ke tahun.
"Pemerintah harus senantiasa hadir dan men-support acara penting seperti ini karena terbukti membawa kebahagiaan bagi seluruh warga. Insya Allah, kami dari lembaga dewan akan terus mengawal dukungannya agar tradisi ini terus berkembang lebih baik ke depan," pungkas Dinda. (H)

