SERI 1: PANGGUNGNYA MEWAH, RAKYATNYA SUSAH
Menggugat Skala Prioritas Acara Pasuruan Carnival 2026
Kemarin, Minggu 20 September 2026, Alun-Alun Bangil tampak sangat ramai. Panggung berdiri megah, lampu warna-warni menyala, dan kostum budaya berlenggak-lenggok di sepanjang jalan. Semua itu adalah bagian resmi dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097.
Namun, ada hal besar yang tidak ikut disorot oleh lampu panggung: Berapa sebenarnya total biaya untuk semua kemewahan ini? Sampai detik ini, tidak ada rincian anggaran terbuka yang bisa diakses dan dilihat oleh publik.
Padahal baru dua bulan lalu, Bupati sendiri yang berbicara langsung di hadapan sidang paripurna DPRD. Beliau menyampaikan bahwa pendapatan daerah semester ini meleset dari target, dan defisit APBD 2026 secara resmi telah menembus angka Rp299 miliar. Saking seriusnya kondisi keuangan kabupaten pasuruan, seluruh anggaran daerah konon sampai harus ditata ulang dengan sangat ketat (format pasuruan tidak menuduh yang tidak-tidak ada apa sebenarnya alasan penataan ulang ini).
Nah, di tengah kondisi kas daerah yang lagi seret dan dipotong sana-sini itu, mengapa panggung karnaval kemarin tetap bisa berdiri dengan sangat gagah dan super mewah?
Pertanyaan Terbuka untuk Bupati Pasuruan
Masyarakat bawah hanya ingin menanyakan satu hal sederhana, Pak Bupati: Apakah kemeriahan Pasuruan Carnival kemarin sudah melewati pertimbangan skala prioritas yang sama ketatnya dengan alasan "anggaran terbatas" yang biasanya dipakai birokrasi buat menolak usulan pembangunan dari warga?
Atau jangan-jangan, acara seremonial tahunan memang selalu punya jalur istimewa, kebal dari cerita defisit yang membebani pos-pos pelayanan publik lainnya?
FORMAT Pasuruan tidak sedang menuduh. Kami hanya bertanya—dan itu adalah hak konstitusional setiap warga negara atas pengelolaan uang pajak yang mereka setor sendiri dari keringat harian mereka.Warga hari ini berhak tahu rincian yang jelas:
Berapa biaya riil yang dikeluarkan untuk membayar pihak Event Organizer (EO)?
Berapa anggaran khusus untuk sewa panggung megah tersebut?
Berapa dana yang dihabiskan untuk sewa sound system raksasa sepanjang rute?
Berapa alokasi biaya konsumsi yang dikeluarkan?
Berapa biaya pengamanan yang melibatkan ratusan personel?
Pertanyaan ini sangatlah penting Mengingat skala acaranya yang masif, anggaran kumulatif dari seluruh rangkaian Pasuruan Carnival ini diduga kuat sudah mencapai angka miliaran rupiah—bukan lagi sekadar hitungan jutaan.
Publik berhak tahu angkanya secara pasti, bukan cuma diposisikan sebagai penonton yang melihat hasil jadinya saja.
Pertanyaan berikutnya:
Apakah seluruh anggaran EO, biaya pengamanan, dan pos-pos lainnya itu siap diaudit secara terbuka dan transparan?
Apakah tidak ada kekhawatiran dari pihak penyelenggara bahwa proyek seremonial di tengah defisit ini berpotensi diperiksa oleh BPK RI atau aparat penegak hukum?
Lalu, Inspektorat Kabupaten Pasuruan, di mana suara Anda? Sebagai benteng pengawas internal pemerintah daerah, publik hari ini menanti nyali dan fungsi pengawasan Anda untuk mengawal akuntabilitas dana hiburan ini.
Format Pasuruan Punya solusi Nyata untuk Bupati Pasuruan
FORMAT Pasuruan tahu persis bagaimana beratnya kondisi ekonomi masyarakat Kabupaten Pasuruan di tingkat akar rumput saat ini. Daripada menghamburkan dana miliaran rupiah yang habis terbakar dalam sehari semalam, bukankah uang itu akan jauh lebih terasa manfaatnya jika dialihkan untuk membeli paket sembako dan dibagikan secara merata kepada puluhan ribu warga yang benar-benar membutuhkan?
Jika pemerintah daerah mau melakukan kegiatan mulia yang menyentuh urusan perut rakyat kecil seperti itu, FORMAT Pasuruan memberikan jaminan: Rakyat pasti akan sangat bahagia, dan kepemimpinan Bupati Pasuruan bisa kembali dicintai serta dihormati secara tulus oleh seluruh elemen masyarakat.
FORMAT Pasuruan – Ismail Makky, SE. SH., MM.
