Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Arema Berduka Asisten Pelatih Arema Kuncoro meninggal mendadak serangan jatung.

Minggu, 18 Januari 2026 | Januari 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-19T01:04:43Z

Malang, Kabarexpress.Com, --- Ratusan orang mengiringi prosesi pemakaman legenda sepak bola Malang sekaligus Asisten Pelatih Arema FC, Kuncoro, yang berlangsung dengan penuh haru pada Senin (19/1/2026). 

Ribuan pelayat, mulai dari keluarga, manajemen klub, pemain, hingga suporter fanatik Aremania, memadati rumah duka hingga Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat untuk memberikan penghormatan terakhir.

Kuncoro meninggal dunia secara mendadak setelah mengalami serangan jantung di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada Minggu (18/1/2026) sore.

Insiden tragis ini terjadi tepat saat perayaan 100 tahun Stadion Gajayana sedang berlangsung. 

Sosok yang dikenal sebagai gelandang pengangkut air pada masa jayanya itu menghembuskan napas terakhir di tempat yang paling bersejarah bagi karier sepak bolanya.

Suasana Haru di Rumah Duka

Kepergian Kuncoro meninggalkan lubang besar di hati masyarakat Malang Raya. Sejak pagi hari, bendera kuning tampak terpasang di sepanjang jalan menuju rumah duka. 

Karangan bunga dari berbagai tokoh sepak bola nasional dan pejabat daerah terus berdatangan sebagai bentuk belasungkawa atas dedikasi almarhum selama puluhan tahun di kancah sepak bola Indonesia.

Para pemain Arema FC hadir dengan mengenakan seragam hitam, menunjukkan duka cita mendalam atas hilangnya sosok mentor yang tegas namun humoris tersebut. 

Kapten tim Arema FC mengungkapkan bahwa almarhum bukan sekadar asisten pelatih, melainkan sosok ayah bagi para pemain muda di skuad Singo Edan.

Detik-detik Terakhir di Stadion Gajayana

Sebelum kejadian, Kuncoro sedang mengikuti rangkaian acara peringatan satu abad Stadion Gajayana.

 Saksi mata menyebutkan bahwa almarhum sempat bercengkrama dengan rekan-rekan sejawatnya sesama legenda Arema sebelum akhirnya terjatuh tidak sadarkan diri di pinggir lapangan. 

Tim medis segera memberikan pertolongan pertama dan melarikan almarhum ke rumah sakit terdekat.

Pihak rumah sakit mengonfirmasi bahwa penyebab utama meninggalnya Kuncoro adalah henti jantung mendadak. 

Meski upaya resusitasi telah dilakukan secara maksimal, nyawa sang legenda tidak tertolong. Kejadian ini membuat agenda perayaan yang semula penuh sorak-sorai nostalgia seketika berubah menjadi suasana hening dan penuh isak tangis dari para pengunjung stadion.

Warisan Sang Legenda Singo Edan

Manajer Arema FC menyatakan bahwa klub sangat kehilangan putra terbaiknya yang telah mengabdi sejak masa menjadi pemain hingga masuk ke jajaran staf kepelatihan. 

Kuncoro dikenal sebagai pribadi yang memiliki loyalitas tanpa batas terhadap klub dan selalu menanamkan semangat "Singo Edan" kepada setiap generasi baru pemain.

Dampak sosial dari kepergian Kuncoro terasa sangat luas, mengingat perannya yang aktif dalam membina bibit muda di Malang. 

Banyak pihak berharap semangat juang dan disiplin yang ia tunjukkan dapat terus hidup dalam sanubari para pemain muda.

 "Sepak bola Malang kehilangan ruhnya hari ini, namun dedikasi Kuncoro akan selalu abadi di rumput Gajayana," ujar salah satu rekan setimnya di masa lalu.(H)


×
Berita Terbaru Update